Dalamkurun waktu 2020, menurut Kementerian Agama Republik Indonesia indeks kerukunan antar umat beragama mengalami penurunan, dari 73,8 menjadi 67,46. Walaupun mengalami penurunan, angka tersebut masih dalam taraf tinggi untuk sebuah indeks kerukunan antar umat beragama. Saat pandemi, perkuliahan tetap dijalankan melalui daring atau dalam
Kerukunanumat beragama adalah keadaan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, dan menghargai kesetaraan dalam kehidupan. Agama tidak mengenal pemisahan antara soal yang sakral dengan yang sekular.
KBRNBandarlampung, Demi terus mempererat kerukunan umat beragama yang sudah terjalin sangat baik selama ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) berkerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lambar berencana akan mencanangkan pembangunan Kampung kerukunan antar umat beragama di
KBRN Pontianak: Ceramah Kebangsaan Bersama Gus Miftah dalam rangka menyemarakkan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia serta mewujudkan ASN berAKHLAK, berlangsung di halaman Kantor Bupati Ketapang Jl. Jendral Sudirman, Selasa (2/8/2022) malam. Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ketapang, Wakil Bupati Ketapang
Meskipunbanyak kendala yang harus kita hadapi dalam mensukseskan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, diluar amupun dalam negara kita sendiri. Tetapi kita harus selalu bersikap optimis, bahwa semua kendala itu dapat kita atasi, dan kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama dalam negara kita ini.
tVd5ee. Puisi Tentang Toleransi Beragama – Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut, pastikan dulu bahwa kamu adalah individu yang menjunjung tinggi perbedaan kepercayaan, karena disini saya akan menyajikan beberapa Puisi tentang Toleransi Beragama, yang pastinya akan menyejukkan hati dan ketenangan jiwa. Oke lanjut. Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan suku dan budaya. Oleh karenanya, menghasilkan banyak sekali keanekaragaman, termasuk 6 agama besar yang terus tumbuh dan berkembang, yakni Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Katolik dan Kong hu Chu. Dari beberapa agama tersebut, terdapat pula perbedaan dari segi tempat dan tatacara beribadah, pola hidup, kebudayaan religi, ajaran keagamaan dan sebagainya. Semuanya hidup berdampingan dan berjalan apa adanya. Untuk itu, keharmonisan antar Agama adalah tugas dan kewajiban kita untuk menjaganya, dengan menegakkan toleransi antar agama serta rasa harga-menghargai satu sama lain. Banyak cara yang bisa dilakukan dalam prakteknya, termasuk salah satunya dalam bentuk Puisi Perbedaan Agama. Oleh karena itulah, disini Admin Senipedia akan merangkum beberapa Puisi Tentang Toleransi Beragama , untuk teman-teman pembaca semua. Semoga bisa menambah kecintaan kita terhadap kepercayaan sendiri, dan semakin menghargai kepercayaan orang lain. Sebenarnya, tema Puisi Toleransi dalam Beragama ini sudah banyak sekali diterbitkan, baik dari para seniman nasional, maupun para penulis-penulis handal di blog/website, yang bisa diakses gratis via internet. Kumpulan Puisi Toleransi Beragama Terbaik Namun disini, kumpulan Puisi tentang Perbedaan Agama yang akan saya ulas, sebagian besar adalah Ciptaan Saya sendiri. Jadi, bila pembaca kurang berminat atau merasa tidak suka, saya terlebih dahulu memohon maaf. Oke, kalau begitu, silakan disimak di bawah ini ~ Toleransi dan Kedamaian Ini islamku, adakah kau tahu perasaanku,Saat mendengar Lantunan Lembut suara Adzan?Hai Nasraniku, Bagaimana perasaanmu,Saat suara Lonceng menyapa telingamu? Hidup berdampingan,Namun tak saling menyerang,Hidup bersebelahan,Kasih sayang tak pernah pudar. Aku dengan Masjidku,Kau dengan Gerejamu,Berjalanlah diatasnya dengan damai,Jangan menyinggung jangan pula bercerai. Cengkrama tak meninggikan,Obrolan tak membelah,Hidup aman dan tentram,Di setiap siang dan malam. ~ Indahnya Perbedaan Kita hidup di tanah sejarah,Tanahnya para Sultan dan Raja,Masa lalu milik pendahulu,Masa depan milik generasi baru. Wahai para pembawa berita,Telah berkabar pada cakrawala,Atas apa yang telah tercipta,Di bumi pertiwi yang tercinta. Berbeda golongan dan agama,Islam, Hidu, Kristen dan Budha,Bersatu dalam Nusantara,Untuk negeri makmur nan sentosa. Berbeda Suku dan Budaya,Minang, Batak, Dayak, Toraja,Membahu asa ke seberang sana,Demi bangsa yang sejahtera. ~ Antara Putih dan Merah Antara Putih dan Merah,Antara darah dan sejarah,Mereka bangun persatuan bangsa,Dengan gagah dan bijaksana. Ada Islam, Kristen dan Hindu,Ada Katolik, Budha, Kong hu Chu,Walau berbeda tetaplah satu,Itu harapan para pendahulu. Ini negeri berlian dan emas,Ciptakan damai hilangkan beringas,Semua sama tanpa minoritas,Demi kesan indah membekas. Hari ini hingga seterusnya,Tetaplah jaga Toleransi beragama,Mari bersama bertenggang rasa,Kemi keutuhan Indonesia. ~ Ego dan Perpecahan Sejatinya begitu miris,Ibarat seekor semut yang seorang diri,Ingin menguasai dunia,Pantaskah? Tentu tidak. Begitulah manusia yang berjalan di angkuh dan arogan menyelimuti,Tak hanya inginkan tahta atau harta,Namun juga pecahnya antar agama. Harapan dan do’a terus kukirim,Dengan Menyebut Nama Tuhan,Manakala panas berganti dingin,Malam berganti siang. Semoga Indonesia tetap bersatu,Menjaga kedaulatan juga toleransi,Untuk bangsa yang lebih maju,Dalam pangkuan ibu Pertiwi. Baca juga 10+ Puisi Kenangan dengan Mantan ~ Pecah setiap Sudut Di susut sana,Para penguasa berebut mahkota,Hingga menumpahkan darah,Sampai melayangkan nyawa. Di sudut satu lagi,Yang bagak tunjukkan taring,Buang cinta di ujung kelingking,Tanpa kasih tanpa peduli. Di sudut ujung,Para pendamba tegakkan kepala,Atas apa yang mereka punya,Hingga melupakan Toleransi beragama. Haruskah semua ini terjadi?Haruskah senyum keping mengering?Hingga matahari menyongsong pagi,Semoga Indonesia tetap bersanding. ~ Saudaraku, dengarlah… Di setiap senja berlalu,Aku sematkan sepucuk do’a,Untuk seluruh sanak dan saudara,Di atas tanah Indonesia. Saudaraku, dengarlah syairku,Jangan butakan mata hatimu,Jangan tulikan telingamu,Jangan bisukan mulutmu. Yang terjadi telah berlalu,Saatnya kita wujudkan rindu,Untuk Indonesia yang bersatu,Tanpa duka tanpa haru. Saudaraku, dengarlah harapku,Meski kepercayaan kita berbeda,Kita tetaplah satu,Meski agama tak sama,Kitalah penerus pendahulu. Saudaraku, renungkan asaku,Jagalah toleransi ini,Agamaku dan agamamu,Hilangkan resah diri dan sakit hati,Demi hari esok yang lebih berseri. Puisi tentang toleransi di Indonesia ~ Apa itu Perbedaan ? Apa itu perbedaan ?Jalan untuk menghancurkan,Pintu untuk menjerumuskan,Atau saling meninggikan derajat ? Apa itu perpisahan ?Kelemahan yang lain,Pembutaan hati nurani,Atau bahkan sarana ego diri ? Teman, perbedaan adalah kelengkapan,Perbedaan adalah persatuan,Perbedaan adalah kemenangan. Belajarlah darinya,Bahwa tanpa adanya perbedaan,Hidup takkan terasa indah,Hidup takkan berkesan. Tak perlu menegakkan kepala,Untuk merendahkan yang lainnya,Indonesia bukti keberagaman,Bukan tempat berselisih paham. ~ Asa Pendahulu Indonesia,Seuntai negeri para sultan,Sekeping tanah para raja,Sepercik air para pelayar. Kita,Adalah para generasi,Para penerus bangsa sejati,Kitalah yang kan memahami,Apa itu arti perbedaan. Jangan kau pecah, jangan kau belah,Pada Tuhan kita berserah,Bukan membabi buta dalam serakah,Hingga sampai menumpahkan darah. Jagalah harap para pendahulu,Wujudkan, jangan kau ingkari,Untuk menciptakan toleransi,Atas apa yang telah diberi,Menjemput kebahagiaan sejati. Simak Pula 10+ Puisi Tentang Indonesia ~ Kekayaan Hidup Sabang sampai Merauke,Sumatera hingga Papua,Membentang Ribuan Gugusan Gunung,Milyaran butiran pasir,Ratusan ribu hektar hutan hujan. Tak terbantah dan tak ter-elak,Olehnya, ribuan suku dan budaya,Hadir di tengah-tengah kehidupan,Memberi warna, memberi asa,Menciptakan perbedaan istimewa. Kekayaan yang tak satu negarapun punya,Hanya kita, bangsa Indonesia,Bangsa yang merdeka, berdikari,Tetap satu meski berbeda-beda. Hai kita para penerus, Tetap jaga tetap diurus,Sepenuh jiwa melestarikan,Sekuat tenaga mengorbankan,Untuk persatuan dan kesatuan,Marilah… ~ Yang Terindah Kau tahu,Apa yang lebih indah,Dari Laut berpasir putih ?Dia lah Perbedaan,Yang berakhir menyatukan. Tidakkah kau tahu,Yang lebih nikmat,dari minum air dingin kala haus ?Itulah lantunan tanda peradaban. Bagaimana kamu bisa lupa,Bahwa yang tersegar,Dari angin sepoi-sepoi,Itulah toleransi dalam beragama. Sejak itu sadarilah,Yang lebih pahit dari empedu,Adalah masa dimana,Agama menjadi bahan olok-olok,Menjadi pembanding, pembeda,Serta peninggi derajat seseorang. ~ Kemana ? Pagi ini,Sang surya pancarkan sinarnya,Menembus angan nan membelenggu,Dibalik tirau, silaumu memukau,Ingatkan masa indah,Saat perbedaan memberi warna. Sore ini,Jingga mulai mengibar,Memberi kabar gembira,Pada siang yang letih,Keringat dan perih,Atas waktu yang terjalin. Malam ini,Bintang genit mulai mengedip,Mengingatkan pada masa lalu,Dimana anak-anak bermain riang,Mengisi jerihnya hari,Tanpa memandang kasta,Tanpa mengangkat derajat,Tak mengenal minoritas,Tak acuhkan satu. Namun pagi datang lagi,Aku bertanya pada Dhuha,Kemana semua itu,Kemana semua yang kuceritakan semalam?Hanya sampai disitu? Begitu saja pudar?Begitu cepatkah? Kamu tak tahu ini perih? Mengapa banyak dari mereka,Yang tersenyum jahat karena status?Yang menatap sinis karena berbeda?Yang meninggikan kodrat bawaan?Ketahuilah,Aku benci ini. Baca juga 10+ Puisi Cinta dalam Diam Penutup Keanekaragaman yang ada di Indonesia meliputi suku, bangsa, budaya dan agama. Dari 4 elemen ini, menjadikan kita sebagai salah satu negara Multikultural di dunia. Oleh karenanya, telah menjadi tugas kita untuk menjaganya dari berbagai macam perpecahan. Keunikan yang kita miliki sejatinya telah menjadi kebanggaan, sekaligus pembeda dalam hal positif, dari bangsa-bangsa lain di dunia sejak zaman dahulu. Untuk itu, marilah bersama-sama untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Demikianlah, Puisi tentang Toleransi Beragama menyentuh hati dan menyejukkan jiwa. Semoga bida menjadi pemicu, sekaligus pemercik kesadaran dan semangat bagi diri pribadi, dalam menghargai setiap perbedaan kepercayaan. Ref. Puisi Toleransi Beragama
Kumpulan contoh puisi bertema toleransi di Indonesia. Toleransi adalah kata kata yang digunakan dalam konteks sosial, budaya dan agama yang biasa diartikan suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok serta antar individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya, yang melarang adanya diskriminasiBerkaitan dengan kata toleransi puisi yang diterbitkan blog puisi dan kata bijak untuk kali ini adalah contoh puisi toleransi atau tentang puisi toleransi perbedaan yang didalamnya yang didalamnya terdapat beberapa contoh puisi menceritakan cerita puisi umat beragama, puisi tentang toleransi dan kerukunan dan lain lain tentang puisi toleransi antar umat beragama di berikut ini adalah daftar judul puisi tema toleransi yang dipublikasikan diantaranyaPuisi toleransi keblingerPuisi toleransi berdarahPuisi panggilan toleransiPuisi [sayang sekali kau tertidur]Puisi kita semua bersaudaraPuisi tiada yang sempurnaPuisi pelangi negerikuPuisi indahnya toleransiSekitar tujuh judul puisi bertemakan toleransi atau puisi tentang toleransi yang bisa dijadikan referensi dan contoh syair toleransi untuk menulis puisi tentang perbedaan agama dal lain lain tentang toleransi dan kerukunanKumpulan Puisi Tema Toleransi Di IndonesiaBagaimana kata kata puisi tema toleransi yang diterbitkan blog puisi dan kata bijak untuk kali ini. apakah diantaranya ada yang menceritakan seperti puisi toleransi antar umat beragama, atau puisi toleransi lebih jelasnya, disimak saja berikut ini deretan bait bait puisi dalam kumpulan puisi bertema toleransi atau contoh puisi bertemakan toleransi dibawah ini. Toleransi keblingerDian Ashari Rahmad AjiApakah salah jika kami mengikuti agama kamiApakah kami harus melawan agama kamiLalu bagaimana kebenaran bisa menjadi benar untuk diyakini jika kami langgarSemua media menyudutkan kami kaum yang rajin berwudhuPropaganda selalu dibuat seolah olah kami salahDi wilayah yang kami mayoritas anda semua aman dan kami difitnah salahDiwilayah yang kami minoritas kami ditindahs hak kami dikebiri dan itu dibuat seolah olah bukanlah harusnya kita maksimal dalam menjalankan keyakinan ini bukan memilah milah sesuai keinginan kalianApakah yang seperti itu adalah sebuah BERDARAHOleh Asep SupriyantoNurani ...Bertanya dalam tirani kehidupanBerapa lama lagi kesedihan terus menghampiriDalam mencari derajat pintu jalan kedamaianNurani ...Betapa sesal datang menyelimutiKetika langkah tersandung lalu terjatuhSeiring waktu enggan menolong perihDarah suci menetes ...Seperti aliran muara yang mengeringSiksa derita terus berdengingDalam tatapan bisu dunia tak jelasBagai debu yang tertiup anginToleransi hanya sebuah suaraHilang sekejap tiada membuktikanDari dekap persinggahan dunia yang mendustaPanggilan ToleransiOleh Muarif Ambari SosKu kabarkan dalam sendu...Disaat awan hitam mulai kelabu...Panggilan toleransi di Indonesia...Kita mengenal bhinneka tunggal Ika...Toleransi itu mudah kawan...Coba kau lihat rumah ibadah saling berdekatan...Sesama tetangga saling menghargai...Disaat beribadah saling toleransi...Islam memanggil dengan suara adzan...Katolik/Kristen memanggil dengan ibadah mingguan...Hindu berdoa dengan berbagai persembahan suci...Budha dan Konghucu pun dengan nuansa merah yang memberkati...Jangan-jangan kau rusak keharmonisan kami...Dengan cara-cara mengadu domba dengan kemasan rapi...Sudah cukup lama kami hidup berdampingan...Terus dan terus hidup secara kebersamaan...SAYANG SEKALI KAU TELAH TERTIDUROleh R BassSayang sekali kau telah tertidurPadahal aku ingin melihat gugusan scorpion di langit jakarta malam iniDuduk di atas beton dingin tanpa alas tikar seperti biasanyaSayang sekali kau telah tertidurPadahal aku ingin menghirup embun dari tanah kering yang diguyur hujan sore tadiMenggesek-gesek tangan untuk membersihkan dingin yang menempelSayang sekali kau telah tertidurPadahal aku ingin mendengar bunyi klakson metromini di ujung terminalBercengkrama dengan denyut kehidupan yang mulai melemah di tangan jagung rebusSayang sekali kau telah tertidurPadahal aku ingin sekali lagi melihat toleransi tertawa bersamaKala pria bersorban memasangkan kalung salib yang jatuh dari leher pendetaKala pria gundul berseragam oranye mengucap salam di depan kubahKala wanita berkerudung biarawati merapikan batu-batu candiDan saat mereka bersama-sama tumpah pada satu cangkir kopiSayang sekali kau telah tertidurAku merindukan sentakanmuYang membuat sekutu-sekutu menggigilAku merindukan telunjukmuYang membuat senapan-senapan menundukAku merindukan orasi-orasimuYang membuat si hitam dan si putih teraduk bagai susu dan kopiNamun sayang sekali kau telah tertidurKita Semua BersaudaraOleh Dino ToDiamku bukan tak peduliKarena hati ini yakin kau memang saktiTeruji di bawah naungan IllahiTerbukti tuhan merestuiMemangku semua perbedaan dengan damaiRukun, damai, simpati dan toleransiSemua di akui tak pandang warna kulitBahasa, religi, budaya dan tradisiTertuang dalam perjanjian negeriInilah Kasanah negeri patut dipujiTerpatri dalam hati dan sanubariInilah budaya asli milik negeriKenapa diperdebatkan untuk digantiAyolah bangun dan rekatkan Republik iniKembalilah ke ibu pertiwiJangan mudah terprovokasiKesempurnaan hanya milik IllahiJayalah Indonesia pastiDepok, 11117TIADA YANG SEMPURNAOleh LUmbang KAyungTidak akan indah kenikmatan,Bila kenikmatan itu tidak dapat kita syukuri,Bagai alam yang terbentang luas,Terkadang membuat kita terlena,Terkadang membuat kita ketakutan,Maka cintailah dia,Bagai mencintai kerukunan adat budaya Indonesia,Dan toleransi sesama ummat beragama,untuk kita dapat perlindungan dari tempat yang lain,Karena kita dan yang kita ciptakan tiada yang Balai Asahan 08012019PELANGI NEGERIKUOleh. R. Galih WijayantiSejak kemegahan majapahit menyatukan nusantaraNenek moyang telah mengajarkan artinya toleransiJika saat ini kita terpecah karena berbedaMasihkah kita bangga menjadi anak negeri?Perbedaan itu pelangiSetiap warna punya arti sendiriKita yang hidup dalam keragamanSeperti warna-warni pelangi penuh keindahanDemi senyum ibu pertiwiMari menjaga budaya negeriBukti anak negeri berbaktiMerangkai ragam budaya sebagai pelangi4 Juli 2019Indahnya ToleransiOleh indra hermawanMasyarakat Indonesia memiliki beragam etnik dan budayaBerkumpul dan bersuara membentuk hubungan sosial yang akrab dan ramah tamahMemupuk rasa kemanusiaan, saling menghargai, memahami, dan rasa kepedulianSuatu sikap untuk menjaga persaudaraan dan kedamaianNegeri yang terdiri dari berbagai penganut agama dan 300 suku bangsaApa yang terjadi bila agama jadi pembatas pergaulanYang akan mengurangi kerukunan dan benih konflik horizontalKeberagaman sebagai rahmat dan kekuatan untuk membangun tanah pertiwiKini di beberapa daerahRakyat bergotong-royong membangun rumah ibadah bersamaBahkan diantaranya dibangun berdampinganMasjid, gereja, klenteng dan kuil di bangun dalam satu komplekSemua itu karena adanya nilai toleransiSetiap orang harus memberi rasa aman kepada orang lainTanpa intimidasi, saling menghormati untuk menjalankan aqidah dan ibadahSaat negeri ditimpa isu sosial yang berpaut politikJiwa nasionalisme dan pluralisme jangan sampai hilangPaham pancasila adalah segalanyaAgama pertama yang harus dianut seseorang adalah kemanusiaanTiap individu harus saling menolong, meringankan beban dan berempatiTak ada orang yang dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lainSaat orang membutuhkan sekantong darahTidaklah ia bertanyaSiapa pendonor darah ituApa agamanyaDarimana sukunyaLayaklah kita seperti kembang setamanBerbagai warna akan memberi rasaSetiap bentuk akan memberi kagumBermacam aroma akan memberi nyawaItulah keindahan yang tercipta saat keberagaman tumbuh bersamaDemikianlah kumpulan puisi bertema toleransi atau contoh puisi bertemakan toleransi baca juga puisi puisi agama di halaman lain blog puisi dan kata bijak, semoga puisi bertemakan toleran diatas dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi yang berkaitan dengan toleransi atau puisi kerukunan dan puisi perbedaan agama.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Indonesia Adalah Negara Majemuk PluralismeMaksud dari "pluralisme" adalah suatu paham atau pandangan hidup yang menerima dan mengakui adanya macam atau keanekaragaman dan perbedaan dalam suatu kelompok masyarakat. Misalnya dilihat dari segi agama, ras, suku dan adat-istiadat. Hal inilah yang menjadi dasar pembentukan karakter sosial yang lebih kecil, namun khas, serta yang membedakan kelompok yang satu dengan yang lain dalam suatu kelompok masyarakat yang lebih besar atau lebih luas. Misalnya masyarakat Indonesia yang majemuk, artinya terdiri dari berbagai kelompok, suku budaya, adat-istiadat, ras dan kemajemukan berarti menerima adanya perbedaan, namun bukan berarti menyamaratakan, tetapi mengakui bahwa ada hal yang berbeda, didalam pluralisme atau kemajemukan, kekhasan yang membedakan yang satu dengan yang lain tetap ada dan tetap dipertahankan. Pluralism berbeda dengan sinkritisme penggabungan dan assimilasi atau akulturasi penyingkiran. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesadaran bertoleransi agama sangat dibutuhkan di setiap elemen masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia, dari berbagai macam suku bangsa, adat budaya, ras dan agama yang berbeda-beda kita bisa menciptakan dan membina kerukunan yang menjadikan kekuatan tak terbantahkan yang hanya dimiliki Indonesia. "Bhineka Tunggal Ika " menjadi landasan yang kokoh dan menjadikan indonesia dikenal dimata dunia sebagai negara yang majemuk namun memiliki persatuan dan kesatuan yang melekat kuat. Dengan demikian agama juga menjadi salah satu kekayaan bangsa yang diakui oleh internasional karena tidak semua negara memiliki perbedaan yang kompleks dan mampu menyelaraskan kerukunan dan persamaan sudut pandang sehingga menciptakan inner power yang dimiliki Bangsa Indonesia. Secara faktual dan historis, manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan, saling membutuhkan, dan saling tergantung satu sama lain, baik secara individual maupun secara kelompok. Oleh sebab itu suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kemajemukan akan tetap melekat erat dengan kehidupan bersosial dan penerimaan akan kemajemukan merupakan konsekwensi dari Sebagai Landasan BangsaDari beberapa agama besar yang masuk dan menyebar pesat melalui rentang waktu yang cukup lama, menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama dimana unsur keagamaan tak bisa terlepas dari kehidupan sosial masyarakat bahkan bernegara. Salah satu bukti kongkrit didalam proses perumusan Pancasila & UUD 1945 banyak terinspirasi dari aspirasi sebagai kekayaan bangsa dimana para penganut agama yang berbeda dapat saling menghargai atau menghormati, saling membutuhkan dan saling mengasihi serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan. Perbedaan tidak perlu dipertentangkan, tetapi untuk dijadikan sebagai penguat dan pemurni keanekaragaman hayati. Penganut agama yang berbeda mestinya bisa hidup bersama dengan rukun dan damai, bersatu padu, bertoleransi, saling membantu dan saling keharmonisan tersebut tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagaimana tercermin dalam suasana hidup kekeluargaan dan hidup bergotong royong. Didalam sejarah bangsa Indonesia hubungan kerjasama antar pemeluk agama terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling tolong-menolong dalam pembangunan tempat ibadah dan dalam membangun bangsa dan Konflik yang Bersifat Keagamaan Salah satu penyebab terjadinya ketegangan atau konflik dalam kehidupan beragama adalah akibat politik pecah belah devide et impera peninggalan masa penjajahan. Dalam kasus politik tersebut penjajah memanfaatkan perbedaan agama atau paham agama untuk menumbuh kembangkan atau mempertajam konflik-konflik sebagai bahan propaganda dan adu domba bagi bangsa Indonesia pada saat tersebut terbawa hingga sekarang dan digunakan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai senjata utama untuk memecah belah kesatuan dan persatuan, biasanya demi mengincar status politik atau tujuan tertentu. Gejala-gejala perselisihan antar umat beragama muncul ke permukaan sekitar akhir tahun 1960-an. Di antaranya adalah kasus perusakan tempat-tempat ibadah. Perilaku tidak sehat ini mengakibatkan terjadinya disintegrasi dan perselisihan bahkan benturan beberapa pengamatan, berikut hal-hal yang memiliki potensi besar terjadinya konflik SARA antara lainSalah memahami makna dari perbedaan, tidak resapi secara baik dan positif dalam konteks yang keliru. Penganut agama tertentu menganggap hanya agamanyalah yang paling benar, mau “menang sendiri” dan tidak mau beragama yang over fanatik negatif dan yang terlibat dalam konflik ataupun yang menciptakan konflik adalah orang-orang yang pada dasarnya kurang memahami makna dan fungsi agama pada umumnya;kurang matang iman dan takwanya;tidak paham tentang toleransi beragama;tidak memahami dan menghargai hakekat hak manusia;tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan, terutama hati nurani dan cinta kasih;kurang memahami wawasan kebangsaan dan kemasyarakatan Indonesia, yaitu kerukunan, toleransi dan persatuan dalam kemajemukan. 1 2 Lihat Inovasi Selengkapnya
ILUSTRASI Ibadah Qurban. Foto GreatDaily Puisi Tentang Kurban Puisi Gus Mus disana barangkali ibrahim, hajar, dan ismail pun mengawasi lautan kafan kepasrahan berputar-putar mengitari titik bumi allahu akbar! meluap-luap di pelataran suci mencoba menyapu sampai dalam diri selama ini allahu akbar! menderas arus berkejar-kejaran putar-balik antara bukit shafa dan marwah meyakinkan diri akan penerimaan sebelum tumpah menutup padang arafah yang ramah allahu akbar! meluber ke muzdalifah membanjiri mina yang menyerah allahu akbar! lalu balik melimpah menggenangi ka’bah dan menyatu dengan matair zamzam yang pemurah allahu akbar! disini pun kerelaan ibrahim, kepatuhan hajar, dan kepasrahan ismail menguji kesayangan yang dikurbankan bismillahi allahu akbar! relakah sepenuh hati relakah? relakan sepenuh hati relakan! bismillahi allahu akbar! kurelakan permataku semata wayang bismillahi allahu akbar adakah yang lebih tersayang melebihi putera tersayang adakah yang lebih berharga melebihi nyawa kecuali kasihnya yang menanti di batas ketulusan? hari ini pun agaknya hingga kapan pun kurban tetap tak seberapa takbir tak seberapa tahmid tak seberapa tapi terimalah, tuhan! bismillahi allahu akbar walillahil hamd. 1413
puisi kerukunan antar umat beragama